My blog visitor

Tampilkan postingan dengan label Rangkaian Elektronika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rangkaian Elektronika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

Rangkaian Pre-amp Equalizer

Penguat depan dikerjakan oleh Op-Amp A1, sebenarnya A1 ini adalah penguat 1 kali, dengan maksud memanfaatkan impedansi input yang tinggi, kira-kira sebesar 1M, dari spesifikasi data salah satu op-amp menyarankan untuk penggunaan dengan dinamika frekuensi yang tinggi, impedansi input yang terlampau besar akan menurunkan kesetabilannya, oleh karena itu potensiometer (Pot1) sebesar 47k digunakan untuk memastikan impedasi input rangkaian, suatu nilai standar audio (sebenarnya 50k), jika pembaca menginginkan suatu aplikasi dengan impedansi input yang lebih besar, gunakan nilai Pot1 yang lebih tinggi, disarankan untuk tidak melampaui 220K. Pot1 ini bertindak juga sebagai pengatur level volume audio.

Awalnya ingin menghilangkan semua kopel kapasitansi pada rangkaian ini, karena kemampuan op-amp untuk direct copling DC. Kapasitor C1 tetap diletakkan sebagai kopel, dengan maksud seperti yang dijelaskan diatas, mungkin penbaca ingin memodifikasi rangkaian ini. Kapasitror C1 bersama dengan Pot1 membentuk tapis lulus atas (high pass filter). Ditetapkan nilai 100n untuk tidak begitu mempersalahkan pentapisan, jika penbaca ingin melakukannya gunakan rummus berikut untuk menghitung nilai C1 :
F = 1/(2*3,14*C1*Pot1) (Hz)
Tetapkan frekuensi cut-off  F sesuai yang diinginkan, biasanya 50Hz atau 60Hz untuk menghilangkan frekuensi liar jaringan llistrik.
Pengaturan nada dilakukan oleh oop-amp A2 yang sekaligus bertindak sebagai penguat dengan umpan balik positif, dibagi dua, sebagian disalurkan ke rangkaian R1, R2, C2, C3, dan Pot2 utnuk mengatur penguatan frekuensi rendah (Bass), dan sebagian lagi disalurkan ke rangkaian C4, C5, dan Pot3 untuk mengatur penguatan frekuensi tinggi (Treble). Selanjutnya R3 dan R4 mencampurkan (mixing) kembali untuk menbentuk loop umpan balik positif tadi. Pengaturan frekkuensi seperti ini merupakan teorema filter frekuensi Baxandall, bisa dikatakan sebagai standar audio sampai saat ini.
Digunakannya IC op-amp TLO74, karena kompponen ini murah dan mudah didapat, dan yang terpenting IC ini menggunakan JFET dijalur inputnya dan slew-rate yang tinggi. Dengan rangkaian di atas pembaca dapat menikmati kemantapan nada rendah (Bass), kelincahan nada tengah (Mid), dan gemerincingnya nada tinggi (Treble).
Daftar Komponen :
R1, 2, 3, 4 : 10K
R5             : 68K
C1             : 100nF
C2, 3         : 33nF
C4, 5         : 3n3
Pot1           : 47K
Pot2, 3       : 100K

Selasa, 06 September 2011

Rangkaian Amplifier 50Watt

Selain tangguh, rangkaian ini mudah dalam membuatnya. Rangkaian ini bisa dihubungkan dengan radio, TV, stereo atau perangkat lain.
Memang cukup rumit jika kita melihat gambar rangkaian diatas, namun pada kenyataannya memang cukup sulit si saya rasa:D (emang penulisnya aja ni yang gak oke :D). butuh kesabaran dan ketelitian dalam membuat rangkaian ini dan memang sudah pasti ketelitian memang mutlak dikuasai dalam membuat rangkaian apapun. Namun saat kita berhasil merakit alat ini maka kita akan merasa sangat puas atas hasil karya kita ini.
rangkaian ini juga dilengkapi dengan input untuk record player, guitar, microphone, dan lain-lain. Jika ditambahkan low pass filter pada input, alat ini bekerja layaknya mini subwoofer. Skema rangkaian yang disajikan akan menuntun anda dalam mewujudkan Amplifier 50 watt, selamat mencoba.



Daftar Komponen :
R1 : 200R 1/4W
C4, C6, C5, C7, C8 : 1nF
R2 : 200K 1/4W
C9 : 50pF
R3 : 30K 1/4W
C10 : 0,3uF
R4 : 1K 1/4W
C11, C12 : 10000uF/50V
R5 : 5K 1/4W
U1, U2 : IC 741 Op Amp
R6, R9 : 1M 5% 1/2W
U3 : ICL8063
R7, R8 : 0,4 ohm 5W
Q1 : 2N3055 NPN Power Transistor
R10 : 10K Pot
Q2 : 2N3791 PNP Power Transistor
R11, R12 : 51K 1/4W
D : 250V 6A Bridge Rectifier
R13 : 47K 1/4W
T : 50V Center Tapped 5A Tranformer
C1 : 100uF/35V
F1 : 2A Fuse
C2 : 11nF
SPEAKER : 8 ohm 50W
C3 : 3750pF
Heatsinks For Q1 and Q2
 

10W Audio Amplifier Dengan Bass-boost

Satu lagi rangkaian pengembangan audio yakni Rangkaian Audio Amplifier 10 Watt dengan variasi Bass-boost. Sebagaimana amplifier rangkaian ini juga menggunakan frekuensi untuk menggerakkan sejumlah Loudspeaker, besarnya frekuensi bass akan berkurang. Oleh karena itu perlu dipasang bass-boost control pada fedback loop amplifier, hal ini di lakukan untuk mengatasi menurunnya kualitas. Grafik bass dapat mencapai maksimum pada +16.4dB @50Hz.
Catatan : Rangkaian ini dapat dihubungkan secara langsung pada CD player, tuner, dan tape recorder. Q3 dan Q4 harus di pasang dengan heatsink.
Atur volume control pada posisi minimum dan R3 dengan nilai resistansi yang minimum pula. coba aktifkan rangkaian dan atur R3 hingga terbaca arus sekitar 20 hingga 25mA. Tunggu selama 15 menit, hubungkan ground pada J1, P1, C2, C3dan C4. Hubungkan juga C9 pada output ground. Selamat mencoba



Daftar Komponen :
P1 : 22K Log Potemsiometer (Dual gang for stereo)
C3, 4 : 470uF/25V
P2 : 100K Log Potemsiometer (Dual gang for stereo)
C6 : 47pF 63V ceramic ar polyester capasitor
R2, 4, 8 : 820R 1/4W
C7 : 10nF 63V polyester capasitor
R1 : 4K7 1/4W
C9 : 100nF 63V polyester capasitor
R3 : 500R 1/2W
D1 : 1N4148 75V 150mA Diode
R5 : 82K 1/4W
IC 1 : NE5532 Low noise Dual Op-amp
R6, 7 : 47K 1/4W
Q1 : BC547B 45V 100mA NPN Transitor
R9 : 10R 1/2W
Q2 : BC557B 45V 100mA PNP Transitor
R10 : 0,22 4W(wirewound)
Q3 : TIP42A 60V 6A PNP Transistor
C1, 8 : 470nF 63V polyester capasitor
Q4 : TIP41A 60V 6A NPN Transistor
C2, 5 : 100uF/25V
J1 : RCA audio input socket
 
Daftar Komponen Powersupply :
R1 : 1K5 1/4W
elco : 4700uF/25v
D : 100V 4A Diode bridge
Led merah
T : Centertap tranformer 2A 20V

Rangkaian Cross Over

Lagi-lagi rangkaian audio nih (kayak udah pinter masalah audio aja ni si penulis :D). Rangkaian Croos Over ini adalah suatu alat untuk meningkatkan kualitas dan mutu dari system audio, nah untuk memfungsikan alat ini, rangkaian dipasang sebelum Loudspeaker. Rangkaian ini tentunya akan memperbaiki suara serta kejernihan suara output dari speaker yang kita miliki. Untuk Loudspeakernya sendiri menggunakan type LS Woofer da Tweeter. Rangkaian yang cukup menarik dan dapat langsung anda praktekan. Selamat berkreasi.



Daftar komponen :
R1............390K
R2............2K2
R3, 4.........22K
R5, 6, 9......100K
R7............150K
R8, 10, 11....3K9
C1............5uF/16V
C2, 3.........33pf
Q1, 2, 3......BC109
Loud Speaker..LS Woofer dan Tweeter

Detektor sinyal AF/RF

Rangkaian yang akan kita buat ini adalah rangkaian elektronik khusus yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya signal AF/RF.
Rangkaian ini sangat rapi dan sederhana untuk dibuat. Biaya yang dibutuhkannyapun murah. Bila pembaca sudah merakit rangkaian ini, maka dengan mudah pembaca mengetahui ada tidaknya signal AF atau RF pada bagian tertentu dari sebuah rangkaian.
Dasar rangkaian ini menggunakan sebuah audio amplifier dan sebuah loudspeaker dengan saklar masukan untuk signal AF dan RF. Seluruh perangkat dapat dibuat sekecil mungkin sehingga dapat dimasukkan dalam wadah untuk menjaga keamanan.
Bagian Audio amplifier pada rangkaian ini dibuat oleh IC TDA 2822M, dengan low power stereo amplifier pada 8-pin mini DIP. IC ini digunakan sebagai bridge cofiguration untuk mengecilkan output power hingga 250 mW, loudspeaker yang digunakan 4 ohm, 500mW. Arus yang dibutuhkan lebih kecil dari 10mA dengan tegangan 3V battery.



Kerja Rangkaian
Ketika selektor switch pada posisi AF, Signal audio bekerja pada masukan input AF amplifier (pin 7 IC 1) melalui kapasitor C2  dan Potensiometer VR1. Kapasitor C2 selalu menahan input amplifier dari tegangan DC dan mewujudkannya dalam signal audio frekuensi. Signal input IC 1 dapat diatur dengan bantuan potensiometer VR1.
Ketika selector switch pada posisi RF, rangkaian detektor dan demodulator dibentuk oleh kapasitor C1, diode D1, dan resistor R1 serta R2 yang dihubungkan pada input rangakaian. Bila signal audio terdeteksi maka akan secara nyata masuk kerangkaian untuk diperkuat. Pendeteksian signal ini dilakukan dengan cara mencolokkan peraba (Probe) pada kaki-kaki komponen yang ada.




Dafar Komponen :

R1 : 22K
R2,3,4: 4K7
C1 : 1n
C2,6,7: 0,1uF
C3,4 : 10uF/16V
C5 : 0,01uf
D1 : OA79
VR1 : 22K
IC 1 : TDA2822M
LS : 8 ohm 500mW

Rangkaian Digital Volume Control

Satu lagi rangkaian audio yang cukup menarik, Rangkaian Digital Volume Control. Prinsipnya sangat sederhana yaitu mengganti potensiometer putar dengan rangkaian digital volume control. Namun ada beberapa hal perlu diperhatikan. Untuk mewujudkannya pembaca perlu memahami skema rangkaian yang tampak pada gambar. Sebab gambar yang ditampilkan sudah dapat menuntun anda untuk merakitnya dan menghubungkannya pada peralatan yang difungsikan.
Kerja Rangkaian : Rangkaian digital volume control ini menggunakan 9 IC. Untuk mengoperasikan rangkaian dibutuhkan tegangan regulator sebesar 12 Volt. IC1 (555) sangat baik untuk difungsikan sebagai flip-flop. Frequensi atau periode dapat ditentukan dengan memilh nilai resistor R44, R45 yang dikombinasikan dengan kapasitor C6. Dalam rangkaian ini memiliki periode 0,3 second.




IC2 digunakan untuk menaikkan atau menurunkan perhitungan. Dalam rangkaian ini mode up digunakan untuk menaikkan dan mode down digunakan untuk mengecilkan volume. Sedangkan IC3 dan IC4 memiliki 16-chanel, sedangkan analogue multiplexers berfungsi sebagai switch analog. IC3 dalam rangkaian digunakan sebagai level indikator sedangkan IC4 digunakan sebagai potensiometer.
Selanjutnya setelah power di on-kan, switch S1 kemudian ditekan untuk reset. Ketika switch S2 ditekan, IC2 menaikkan pulsa dan ditanggapi dalam bentuk keluaran kaki B, C, dan D pada IC2 CMOS. Keluaran B, C dan D mengontrol jalur masukan IC2 dan IC3, serta dipilih salah satu, keluaran 16-chanel, oleh turning pada analogue.
Dalam rangkaian ini, IC4 digunakan sebagai potensiometer yang dihubungkan pada 15 resistor (R9 hingga R23) masing-masing diantara 16 input pin dan resistor/kapasitor dikombinasikan dengan C2, C3 dan R7 pada output. Switch S2 digunakan untuk menaikkan dan switch S3 digunakan untuk mengecilkan volume.
Kapasitor elektrolit sebesar 1uF (C4) digunakan utnuk mencegah terjadinya noise. Sedangkan resistor R8 dan R6 digunakan untuk menghambat tegangan pada setengah tegangan supply guna menghindari adanya distorsi signal audio yang berasal dari preamplifier. Sedangkan kapasitor C2, C3 dan resistor R7 disediakan untuk menyaring audio. Selamat berkarya, semoga berhasil.

Daftar komponen :
R1, 2, 3, 4 : 560R
R16 : 1,5K
R45 : 150K
R5 : 680R
R17 : 3,3K
C1 : 0,01uF
R6, 8 : 100K
R18 : 5,6K
C2, 3 : 100nF
R7 : 1M
R19 : 8,2K
C4 : 1uF/50V
R9 : 10R
R20 : 15K
C5 : 100nF
R10 : 12R
R21 : 33K
IC1 : 555
R11 : 42R
R22 : 56K
IC2 : 74193
R12 : 100R
R23 : 1,5M
IC3 : CD4067
R13 : 220R
R24...R39 : 560R
IC4 : CD4067
R14 : 470R
R40..R43 : 4,7K
IC5 : 7805
R15 : 820R
R44 : 330K
IC6 (N1-N4) : 7407

Rangkaian Lampu Dansa



Rangkaian yang cukup menarik ni buat iseng-iseng berkreasi. Sebuah rangkaian lampu yang prinsipnya hampir sama dengan rangkaian lampu running LED (LED Berjalan) pada artikel sebelumnya yang sudah saya posting. Rangkaian ini disebut dengan Rangkaian Lampu Dansa karena pada rangkaian ini lampu akan hidup mati secara bergantian layaknya sebuah lampu dansa dalam sebuah diskotik. Rangkaian ini terdiri dari 10 led yang dipasang berurutan, Supply yang dibutuhkan 9V, IC1A menguatkan hingga 100 kali signal audio dan menggerakkan IC1B. Tingkat kepekaan rangkaian dapat diatur dengan mengubah nilai R4. Sedangkan nilai C4 diubah dari 220 hingga 470nF. Masing-masing masukan R9 harus dihubungkan dengan pin output IC2. Cukup mudah namun butuh ketelitian, dan lebih baik langsung di praktekkan saja dan dapat menambah keahlian kita juga kan? lumayan lho kalo mau bisnis buat diskotik juga bisa pake Rangkaian Lampu Dansa dengan LED ini. Dijamin asik. :D
Daftar Komponen :


R1 :10K 1/4W
R2, 3 : 47K 1/4W
R4 : 1K 1/4W
R5, 6, 7 : 100K 1/4W
R8 : 820R 1/4
C1, 3 : 100nF
C2 : 10uF/50V
C4 : 330nF
C5 : 100uF/25V
D1 : 1N4148
D2-D11 : 5 or 3mm LED
IC1 : LM358
IC2 : 4017
MIC1 : Miniature electret microphone
R9, 10 : 10K 1/4W
R11 : 56R 1/4W
D12,13 etc : 5 or 3mm LED
Q1,2 : BC327
Q3 : BC337

Senin, 05 September 2011

Rangkaian Pengusir Tikus

Tikus adalah binatang yang sangat menjengkelkan, sebab kadangkala merusak barang-barang simpanan yang masih berharga serta perlengkapan makanan kita di dapur. Memang agak lucu juga ya artikel ini. Karena biasanya urusan tikus itu berhubungan dengan pembunuhan (racun tikus) serta jebakan tikus. hehe.
Dalam dunia tekhnologi yang semakin berkembang sekarang ini kita dapat merancang suatu rangkaian pengusir hewan pengerat ini dengan bantuan frekuensi suara yang akan menggangu pendengaran dari hewan ini. Untuk mengusir gangguan tikus tersebut, dapat dibuat sebuah rangkaian elektronik seperti pada gambar di atas. Dengan frekuensi 50Khz yagn dihasilkan oleh rangkaian tersebut. dijamin tikus-tikus akan berlarian karena telinganya akan merasa sakit akibat getaran signal ferkuensi tersebut.


Dafar Komponen
R1: 1K8
R2: 1K
R3: 5K6
R4: 480R
C1: 2,2nF
C2: 0,022uF/6V
IC: 555
Q: SC1162
Speaker 4 ohm

Rangkaian ini cukup mudah untuk dikerjakan namun tetap butuh keahlian ya.. selamat mencoba….

Rangkaian Lampu Kilat

Bagi yang suka otomotif, lampu kilat sebagai salah satu asesoris tentu bukanlah barang yang asing. Namun lanpu kilat dengan LED yang menyala sangat cerah dan berwarna biru bisa menjadi alternatif pengganti lampu kilat yang sesungguhnya.
LED Ultra Bright. Untuk warna, yang cocok untuk proyek ini adalah warna cerah yang dihasilkan oleh led ultra bright. Memang led jenis ini lebih mahal daripada led biasa. Akan tetapi kecerahannya lebih tinggi daripada led led biasa dan warna-warna yang umum ada dipasaran adalah biru, merah, dan hijau. Karakteristik bias forward, untuk menyalakan led ini sama dengan led biasa yaitu anoda harus lebih positif daripada katoda dan arus diatur antara 20mA sampai 50mA. Jika dipakai untuk asesoris mobil, lampu kilat ini akan dapat memberikan efek kilatan sangat cerah jika diletakkan di dalam reflektor lampu tepat pada titik fokusnya.


Daftar Komponen :
R1,2: 15K
R3 : 10K
R4 : 100K
R5 : 1K
R6,7: 4R7
P1 : 100K
C1 : 470uF/16V
C2 : 470n
D1,2: Ultra bright Led
D3 : 1N4148
Q1 : TIP122 Type darlington
U1 : LF351


Namun, peletakannya tidak harus demikian karena akan mengganggu lampu jika masih digunakan. Menarik bukan. Jangan hanya mudah membeli tapi ciptakanlah sendiri apa yang ingin anda miliki. Saya yakin anda bisa .hidup ELEKTRO Indonesia!!!
Selamat mencoba

Rangkaian Pre-amp Equalizer

Penguat depan dikerjakan oleh Op-Amp A1, sebenarnya A1 ini adalah penguat 1 kali, dengan maksud memanfaatkan impedansi input yang tinggi, kira-kira sebesar 1M, dari spesifikasi data salah satu op-amp menyarankan untuk penggunaan dengan dinamika frekuensi yang tinggi, impedansi input yang terlampau besar akan menurunkan kesetabilannya, oleh karena itu potensiometer (Pot1) sebesar 47k digunakan untuk memastikan impedasi input rangkaian, suatu nilai standar audio (sebenarnya 50k), jika pembaca menginginkan suatu aplikasi dengan impedansi input yang lebih besar, gunakan nilai Pot1 yang lebih tinggi, disarankan untuk tidak melampaui 220K. Pot1 ini bertindak juga sebagai pengatur level volume audio.

Awalnya ingin menghilangkan semua kopel kapasitansi pada rangkaian ini, karena kemampuan op-amp untuk direct copling DC. Kapasitor C1 tetap diletakkan sebagai kopel, dengan maksud seperti yang dijelaskan diatas, mungkin penbaca ingin memodifikasi rangkaian ini. Kapasitror C1 bersama dengan Pot1 membentuk tapis lulus atas (high pass filter). Ditetapkan nilai 100n untuk tidak begitu mempersalahkan pentapisan, jika penbaca ingin melakukannya gunakan rummus berikut untuk menghitung nilai C1 :
F = 1/(2*3,14*C1*Pot1) (Hz)
Tetapkan frekuensi cut-off F sesuai yang diinginkan, biasanya 50Hz atau 60Hz untuk menghilangkan frekuensi liar jaringan llistrik.
Pengaturan nada dilakukan oleh oop-amp A2 yang sekaligus bertindak sebagai penguat dengan umpan balik positif, dibagi dua, sebagian disalurkan ke rangkaian R1, R2, C2, C3, dan Pot2 utnuk mengatur penguatan frekuensi rendah (Bass), dan sebagian lagi disalurkan ke rangkaian C4, C5, dan Pot3 untuk mengatur penguatan frekuensi tinggi (Treble). Selanjutnya R3 dan R4 mencampurkan (mixing) kembali untuk menbentuk loop umpan balik positif tadi. Pengaturan frekkuensi seperti ini merupakan teorema filter frekuensi Baxandall, bisa dikatakan sebagai standar audio sampai saat ini.
Digunakannya IC op-amp TLO74, karena kompponen ini murah dan mudah didapat, dan yang terpenting IC ini menggunakan JFET dijalur inputnya dan slew-rate yang tinggi. Dengan rangkaian di atas pembaca dapat menikmati kemantapan nada rendah (Bass), kelincahan nada tengah (Mid), dan gemerincingnya nada tinggi (Treble).
Daftar Komponen :
R1,2,3,4 : 10K
R5 : 68K
C1 : 100nF
C2,3 : 33nF
C4,5 : 3n3
Pot1 : 47K
Pot2,3 : 100K

Rangkaian Running LED (LED Berjalan)

Rangkaian Running LED merupakan rangkaian yang menarik untuk di coba dan wajib anda miliki. Rangkaian ini tergolong cukup mudah di kerjankan dan komponennya pun mudah sekali kita dapatkan. Tentunya kita akan merasa puas apabila kita bisa merakit sendiri mainnan ini.

Penjelasan LED Berjalan
Dalam rangkaian ini LED akan menyala dari tengah kemudian menyala dari kiri dan kanan setelah sampai diujung kemudian kembali ke tengah dan bertabrakkan begitu seterusnya. Sangat menarik bukan? Untuk hiasan kamar kos kita agar lebih terasa elektronya. :D
Gambar PCB dan tata letak komponennya sudah saya sertakan dalam artikel saya ini dan anda tinggal mencontahnya. Komponen-komponen yang dibutuhkan mudah didapat di toko-toko elektronik, harganyapun murah. Selamat merakit.


Daftar Komponen :
R1 : 100 Ohm
P : Potensiometer 20K
C1 : 33uF/10V
C2 : 22n
D1-D6 : 5mm LED
IC1 : 555
IC2 : 4017

Membuat Sendiri UPS Mini

UPS (Uninterruptible Power Supply), digunakan untuk mengantisipasi listrik padam. Walau tidak sehandal UPS yang asli, rangkaian ini sedikit bermakna, Mau tau cara merakitnnya...?
Gampang dan mudah. Biayanya pun relatif lebih murah ketimbang membeli UPS yang asli. Bagaimana dengan komponen yang diperlukan ? Banyak terjual di toko-toko elektronik. Dengan demikian anda akan merugi jika tidak mencoba merakitnya.
Output rangkaian UPS ini memiliki daya sekitar 1,5W. Sebelum rangkaian utama terdapat rangkaian layaknya mini adapter yang memiliki tegangan antara 9V/12V dengan kuat arus sebesar 500mA. Tegangan yang dihasilkan ini digunakan untuk mengoperasikan rangkaian dan mengisi battery. UPS dirancang untuk tetap dapat menjalankan perangkat elektronik meskipun listrik padam.
Berikut adalah gambar rangkaian UPS Mini

Cara Kerja Rangkaian
Ketika inverter dijalankan dengan masukan AC, kemudian di ubah menjadi tegangan DC. Pada bagian output penyearah digunakan untuk mengisi battery. Ketika power gagal atau terjadi pemadaman arus listrik, tegangan dc mengalir ke inverter yang kemudian menghasilkan tegangan AC pada keluaran inverter (lebih jelasnya lihat gambar).
rangkaian terhubung disekitar IC CD4047 yang beroperasi sebagai multivibrator pada frekuensi 50 Hz. Output Q multivibrator ini menggerakkan MOSFETs IRF540. Outout inverter disaring dan direduksi menggunakan MOV (Metal Oxide Vasitor). Tranformer yang digunakan adalah 9-0-9, 1.5A. Dua LED (D6 dan D7) digunakan sebagai indikator apakah tegangan utama ataukah baattery yang sedang bekerja.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons